Rabu, 15 Oktober 2014

Filled Under:

Kuliner Khas Pemalang - Lontong Dekem



Hallo blogger nih kali ini saya mau ngenalin lagi tentang kuliner yang ada di pemalang, langsung aja yah.

Lontong dekem adalah sebuah makanan khas dari daerah Pemalang. Sajian lontong dekem lebih cocok di santap saat sore atau malam hari kerena kuah lontong dekem diracik dari berbagai macam rempah-rempah yang dapat menghangatkan badan. Lontong dekem biasa dijual di warung tenda.
Sedikit sejarah lontong dekem dikenal mulai tahun sembilan puluhan. Nama lontong dekem diambil dari cara pengolahannya, yaitu sebelum disajikan lontong disiram dengan kuah santan lalu ditumpahkan lagi kemudian disiram lagi lalu ditumpahkan lagi begitu seterusnya hingga beberapa kali siraman sehingga lontong menjadi terendam.  Istilah terendam dalam bahasa Pemalang adalah dekem, sehingga makanan tersebut dinamakan lontong dekem.


Racikan lontong dekem terdiri dari irisan lontong, kuah santan berwarna kuning seperti gulai, serta ditaburi serundeng kelapa, kerupuk dan bawang goreng. Lontong dekem biasa disajikan bersama sate.  Hidangan lontong dekem selalu identik dengan sate yang menyertainya. Warung lontong dekem biasanya menyediakan dua jenis sate ayam yaitu sate goreng dan berkuah. Sate goreng bersifat kering dan ditusuk dengan tusuk sate sementara sate berkuah adalah sate goreng yang disajikan bersama kuah santan dan ditaburi serundeng kelapa. Kerupuk yang digunakan untuk menaburi lontong dekem adalah kerupuk mi. Kerupuk mi adalah salah satu camilan khas dari wilayah pantura. Lontong dekem sekilas seperti lontong sayur, tetapi ada yang unik yaitu pada lontong dekem diberi campuran daging bebek.  Potongan lontong dekem lebih dibuat besar-besar daripada pada lontong sayur. Kuah pada lontong dekem sekilah mirip dengan kuah opor, tetapi pada lontong dekem kuahnya lebih encer.

Cita rasanya sudah nggak asing lagi lontong dekem juga cenderung pedas, gurih pokonya maknyosss enak. Rasa pedas pada lontong dekem bukan karena cabai melainkan pedas karena adanya sereh yang dipakai sebagai bumbu pada kuah lontong dekem. Lontong yang dimasak menggunakan daun pisang memiliki cita rasa yang khas.  Lontong yang dihasilkan juga agak hijau sehingga menambah penampilan masak menjadi lebih menarik. Lontong yang digunakan dalam lontong dekem, memiliki tekstur lembut dan aroma daun pisang.

Makanan khas ini dapat dijumpai di kawasan Kuliner Pamalang di utara alun-alun kota Pemalang. Tepatnya di Jl. RE Martadinata. Di sana kita bebas memilih tempat mana yang ingin kita singgahi dan menikmati Lontong Dekem.
Harga perporsi Lontong Dekem sekitar Rp 7.000 sedangkan sate ati ampela yang menjadi pelengkap biasanya dihargai dengan Rp 2000-3000 pertusuknya. Harga yang manusiawi bukan? Hehe. 

1 komentar: